Friday, February 26, 2010

Mari Menghayati


Maher Zain Thank You Allah Lyrics
I was so far from you
Yet to me you were always so close
I wandered lost in the dark
I closed my eyes toward the signs
You put in my way
I walked everyday
Further and further away from you
Ooooo Allah, you brought me home
I thank You with every breath I take.
Alhamdulillah, Elhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Elhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah.
I never thought about
All the things you have given to me
I never thanked you once
I was too proud to see the truth
And prostrate to you
Until I took the first step
And that’s when you opened the doors for me
Now Allah, I realized what I was missing
By being far from you.
Alhamdulillah, Elhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Elhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah.
Allah, I wanna thank You
I wanna thank you for all the things that you’ve done
You’ve done for me through all my years I’ve been lost
You guided me from all the ways that were wrong
And did you give me hope
O Allah, I wanna thank you
I wanna thank You for all the things that you’ve done
You’ve done for me through all my years I’ve been lost
You guided me from all the ways that were wrong
I wanna thank You for bringing me home
Alhamdulillah, Elhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Elhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah.
Artist: Maher Zain
Album: Thank You Allah
Copyright: Awakening Records 2009

Thank You , Allah



Thursday, February 25, 2010

Maulud Datang Lagi


Esuk kita semua akan bercuti. Maulidur Rasul datang lagi. Sudah pasti setiap organisasi dan agensi telah mengatur berbagai acara bagi menyambut hari kelahiran Rasul Junjungan. Ketika mengemas mencari barang untuk persiapan sukan esuk saya bertemu kaset lama nyanyian Kumpulan Rabbani. Memang kena sangat dengan mood sekarang. Suara Allahyarham Asri Rabbani bagai mendayu-dayu memuji keagungan Nabi SAW. Walaupun riuh dengan  suara anak-anak berlatih sukan saya bagaikan tenggelam dalam dunia saya sendiri. Saya teringat kata seorang kawan "Pernahkah kita merasa  rindu untuk bertemu Rasulullah SAW?" "Jika tidak pernah sudah pasti hati kita masih jauh dari cinta kepadanya". Saya menghisab diri, merenung kata-kata kawan tadi. 
Kita sambut tahun demi tahun tetapi yang sedih dan malunya bila saya melihat temuramah spontan di kaca TV. "Adik tahu ni sambutan apa? "tanya si pemberita. " Dia orang kata maulud nabi" "Tahu bila nabi lahir? tanya si penanya lagi. "Bukan  1Muharam ke?" jawab anak muda tadi. Keliru atau tidak tahu. Jadi perarakan tadi sekadar menyempurnakan acara tradisi setiap tahun. Hari ini kita bukan lagi bercakap tentang menuruti sunnah dan akhlaq Nabi SAW. Sekadar mengetahui profil Nabi SAW pun belum tentu anak-anak kita tahu. Saya tersenyum bila guru tadika saya menyoal anak-anak tadika. "Siapa nama ibu nabi? Ok...cikgu bagitau sedikit. Siti.....Siti.... Siti apa?" Riuh anak-anak menjawab "Siti Norhaliza, cikgu" "Isy...itu bukan ibu nabi , itu isteri datuk K " seorang guru lagi menyampuk'. Saya hanya menggeleng kepala dan memikirkan apa lagi yang patut dilakukan bagi menanam rasa cinta kepada Nabi SAW . Jika melentur buluh sudah pasti dari rebungnya.